Nganjuk day ; Pawai Budaya
Sudah menjadi ritual tahunan di Kabupaten Nganjuk, Pawai Alegoris dan Aneka Budaya Daerah menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten Nganjuk ke-1080, pada Minggu, 9 April 2017. Pawai dimulai pada pagi hari, diiringi oleh puluhan kereta kuda (dokar) yang dihias, becak hias dan berbagai atribut lainnya. Seluruh pimpinan daerah Kabupaten Nganjuk, mulai dari Plt Sekretatis Daerah, Staf Ahli, hingga seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah ikut dalam pawai tersebut.
Plt Sekretaris Daerah Nganjuk, Ir Agus Subagyo yang saat itu memimpin pawai alegoris menyampaikan, diharapkan dengan acara boyongan atau pindahan tersebut menjadikan Kabupaten Nganjuk lebih baik lagi, terutama dalam hal pembangunan.
Tidak hanya itu kata Ir Agus Subagyo, kegiatan boyongan juga merupakan simbol masyarakat Nganjuk yang tetap mikul duwur mendem jeru para leluhur, atau menghargai jasa para pendahulu. “Kirab pusaka ini merupakan wujud mikul duwur mendem jeru para leluhur,” ujar Ir Agus menggunakan logat Jawa sebelum memimpin rombongan berjalan menuju Pendopo Pemkab Nganjuk.
Sepanjang perjalanan terlihat antusias seluruh warga Nganjuk untuk menyaksikan Pawai Alegoris dan Aneka Budaya Daerah tersebut. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa setia menunggu rombongan melintas di sepanjang rute.
Setibanya di depan Pendopo Kabupaten Nganjuk, atau tepatnya di depa Alun-Alun Nganjuk rombongan disambut langsung oleh Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman, MKP. Di lokasi tersebut, diserahkan pula pusaka dari Plt Sekda Nganjuk kepada Bupati.
Dalam keterangan singkatnya Bupati Nganjuk, juga berharap dengan peringatan HUT Nganjuk ke-1080 ini, dapat terus meningkatkan pembangunan Kabupaten Nganjuk, demi kesejahteraan masyarakat Bumi Anjuk Ladang. Untuk diketahui, agenda boyong dari Alun-alun Berbek menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk merupakan simbol dari berpindahnya pusat pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Kabupaten Nganjuk.
15 april 2017, Kemudian dilanjutkan dengan pawai budaya / karnival , pawai yang diikuti oleh siswa siswi smp/mts, sma/smk, dan yang paling ditunggu adalah partisipasi dari orang orang umum yang sangat meriah , dengan menampilkan seni budaya tari,jarananan, dll.
Pawai yang diikuti oleh lebih dari 30 perwakilan masing-masing organisasi dan keluarga seni budaya tari kudo kepang sangat meriah karna ada yang lucu dan yang menarik.
Yang menarik dari pawai tersebut adalah partisipasi dari kota kota tetangga kabupaten nganjuk (kediri,bojonegoro,dll) yang bisa menarik antusias warga kota angin dengan menampilkan seni budaya khas kota kota tersebut.
_AndikMajidIbrahim_
_AndikMajidIbrahim_







Comments
Post a Comment